Artikel

21 Juta Dosis Vaksin Datang, Makin Optimis Herd Immunity Tercapai

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku alias bulk sebanyak 21,2 juta dosis. Kedatangan vaksin ini merupakan bagian dari pengiriman vaksin Covid-19 tahap ke-30.

Koordinator Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang juga Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah selalu memastikan keamanan, kualitas atau mutu, dan khasiat atau efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh.

Vaksin yang disediakan pemerintah, kata dia, sudah melalui proses evaluasi Badan POM atas rekomendasi dari ITAGI (Indonesia Technical Advisory Group on Immunization), WHO (Badan Kesehatan Dunia) dan para ahli.

"Bapak Presiden Joko Widodo menekankan bahwa vaksinasi COVID-19 game changer yaitu langkah krusial untuk menentukan kesuksesan kita untuk keluar dari pandemi ini," ujar Menko Airlangga, mengutip siaran persnya, Selasa (27/7).

Dengan kedatangan vaksin tahap 30 ini, pemerintah total sudah menerima 144,7 juta bahan baku vaksin. Dari jumlah itu, Bio Farma sudah mengolah sebanyak 117,3 juta dosis vaksin Sinovac jadi. Secara total, Indonesia sudah memiliki 173,1 juta dosis hingga saat ini.

Airlangga menambahkan, untuk mengejar herd immunity, pemerintah perlu memvaksinasi 70 persen penduduk atau 208 juta jiwa. Jumlah ini termasuk target sasaran vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang saat ini sudah mencapai 718 ribu anak.

"Semakin cepat, tentunya akan semakin baik," ujar Airlangga.

Meski program vaksinasi terus berjalan, Airlangga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. (WIL)

Simak penjelasan ringkasnya berikut ini:


3 komentar untuk “21 Juta Dosis Vaksin Datang, Makin Optimis Herd Immunity Tercapai”

oleh Riska safira  2 bulan yang lalu

"Yuk bentuk herd immunity"

oleh Ernaa wirawan  2 bulan yang lalu

"Kerennn terus distok"

oleh Tiara ginting  2 bulan yang lalu

"Vaksin terus distok masyarakat juga harus sadar akan vaksinasi"


Berikan Komentar: