Artikel

Berkah Internet Masuk Desa, Ibu-ibu Kampung Raup Untung Jutaan Rupiah

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Warga Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, punya tambahan penghasilan jutaan rupiah setiap bulan. Hal ini didapatkan sejak akses internet masuk desa tersebut.

Kini, remaja hingga ibu rumah tangga di desa Tanjungmuli ini beralih profesi. Berbekal ponsel dan internet, mereka menjadi jasa pemasar digital di dunia maya.

Hingga saat ini, sudah ada 241 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pemilik toko online dari berbagai kota yang setia bermitra dengan warga Desa Tanjungmuli yang kini terkenal sebagai Kampung Marketer.

Pola bisnis dan gerakan pemberdayaan ini pun terus berkembang dan saat ini telah menjadi sebuah startup bernama “Komerce”. Menariknya, pada tahun 2020 perputaran uang di Komerce ini telah mencapai Rp15,6 miliar.

Melansir Kompas.com, Minggu (22/8) Wiwit Trisnawati (28) mengaku sejak 2018 dirinya banting setir menjadi penjaja jasa Costumer Service (CS) sebuah toko aksesori handphone di marketplace.

Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini mengaku menggeluti profesi ini bersama 509 warga lain di sekitar desanya. Tentu saja modal kerja mereka hanyalah ponsel pintar.

Dia menceritakan tak pernah bertatap muka dengan pemilik toko selama tiga tahun bermitra. Satu-satunya komunikasi yang dilakukan adalah via daring.

“Sebenarnya kerjanya simpel, saya diberi kepercayaan untuk pegang nomor WhatsApp CS dari satu toko online di Yogya. Jadi setiap hari tugasnya balas chat dari pelanggan yang mau beli, pokoknya sampai deal dan konfirmasi transfer hingga pengiriman,” katanya.

Menurutnya, tugas sebagai CS tidaklah mudah, setiap harinya dia harus bisa berbalas pesan dengan 60 pelanggan mitra bisnisnya. Namun, diakuinya kemampuan ini diperolehnya setelah mendapat pelatihan dari manajemen sebelum bertemu calon mitra.

“Sebelum kerja di Komerce, saya sama sekali buta sama dunia kayak gini. Jangankan mimpi buat jadi CS, pengalaman mencoba belanja online saja belum pernah,” ujarnya.

Kini, Wiwit setiap bulannya bisa menghasilkan uang sekitar Rp 3 juta. Berbeda dibanding gajinya dulu sewaktu menjadi TKW di Singapura yang hanya digaji Rp2,5 juta. Bonusnya dia pun bisa menjalani kehidupan bersama keluarganya.

Startup Komerce

Komerce telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pencari lapangan kerja. Sejak berdiri pada 2017 hingga saat ini, Komerce telah memiliki lebih dari 500 karyawan yang disebut dengan istilah talent.

Public relation Komerce, Didi Setiadi mengatakan ada tiga bidang jasa yang ditawarkan kepada mitra bisnis, yakni program advertiser, customer service (CS), dan admin marketplace. Biaya untuk masing-masing program mulai dari CS sebesar Rp 600.000, admin marketplace sebesar Rp 900.000 dan advertiser tarifnya tergantung paket.

“Tarif ini khusus untuk gaji pokok para talent, di luar itu ada juga tambahan biaya administrasi Rp 500 ribu setiap bulan,” terangnya.

Menurutnya, selain mendapatkan gaji pokok para talent juga akan mendapat bonus dari setiap produk yang terjual. Besarnya tergantung kesepakatan antara talent dengan pemilik toko online yang menjadi mitranya.

Adalah Nofi Bayu Darmawan yang merintis Kampung Marketer hingga kemudian berkembang menjadi Komerce. Mantan pegawai Kementerian Keuangan ini memilih hengkang dari profesinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi memulai usaha ini. Tidak tanggung-tanggung alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini juga harus membayar denda penalti sekaligus kehilangan semua fasilitas dari negara.

“Tapi dengan bisnis online ini, gaji yang dulu saya terima setiap bulan dari PNS bisa saya dapat cuma dalam waktu satu hari,” katanya.

Tentu keberhasilan Nofi ini bukan tanpa halangan. Diakuinya, awal mula membangun usaha ini tantangan terberatnya adalah sarana internet. Dari awalnya harus bekerja sama dengan provider lokal sampai harus membangun tower untuk memancarkan sinyal.

Tantangan kedua, adalah mengedukasi warga lokal. Tingkat pendidikan yang rendah membuat warga setempat sulit menerima pemikiran yang lebih maju.

Meski begitu, kini usaha Nofi telah membuahkan hasil. Komerce yang dibangunnya telah menjadi kampung inspiratif hingga memiliki 22 kantor dan membuka cabang di Yogyakarta.

Kedepannya, Komerce akan menjadi wadah kolaborasi antar pelaku ecommerce. Melalui sejumlah aplikasi yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, Komerce akan semakin melejit dan menebar kemanfaatan sosial dalam lingkup yang lebih luas. (CHE)

Simak penjelasan ringkasnya berikut ini:


3 komentar untuk “Berkah Internet Masuk Desa, Ibu-ibu Kampung Raup Untung Jutaan Rupiah”

oleh Cindy claura  3 bulan yang lalu

"Bersyukur bgt masih bnyk orang yg mau belajar walaupun sudah tua, dan mendapatkan hasil yg maksimal"

oleh Dilon tengker  3 bulan yang lalu

"Semangat terus ibu2 dalam memajukan sumber daya manusia di desanya"

oleh Firda safitri  3 bulan yang lalu

"Mantap berkat teknologi kita semua semakin maju"


Berikan Komentar: