Artikel

Lawan Hoaks Efek Samping Vaksin COVID-19

 
 | Arusbaik

ArusBaik.id - Efek samping vaksin COVID-19 masih menjadi kekhawatiran masyarakat terhadap program vaksinasi yang sedang dilakukan, hal ini diperparah dengan beredarnya hoaks yang menakutkan.

Vaksinolog sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe, M. Sc, Sp.PD mengatakan, ada konsekuensi yang didapat dari setiap penggunaan produk medis seperti obat dan vaksin, keduanya akan menimbulkan efek samping dan manfaat.

Menurut Dirga, vaksin COVID-19 Sinovac yang digunakan saat ini berasal dari virus yang sudah mati, setelah vaksin disuntikkan maka ada pengenalan tubuh terhadap vaksin.

Kondisi ini menimbulkan berbagai dampak ringan, seperti lemas, demam dan mengantuk. Namun, dampak tersebut dialami sebagian kecil orang yang divaksin COVID-19. Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan sebelum program vaksinasi efek samping tersebut aman.

Vaksin asal China tersebut memiliki kadar efek samping 0,1 sampai 1 persen, sedangkan vaksin Moderna memiliki kadar efek samping hingga 4 persen. Efek samping tersebut masih dalam ambang batas yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 yang sejauh ini telah dilaksanakan dilakukan belum memberikan efek samping. Sejauh ini, pemerintah telah memberikan vaksinasi terhadap lebih dari 1 juta orang.

"Kami sudah melakukan vaksinasi sebanyak 1 juta vaksinator, vaksinasi, dan belum ada efek samping dari vaksin tersebut," kata Dante Saksono Harbuwono.

Jadi prinsipnya semua vaksin dapat izin penggunaan dari regulator, di Indonesia ada BPOM. Itu semua aman dan efektif memenuhi standar batas.

 

Sumber: Liputan6.com


0 komentar untuk “Lawan Hoaks Efek Samping Vaksin COVID-19”
Berikan Komentar: