Artikel

Pemerintah Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Sikapi Isu Palestina

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Pemerintah meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menggelar aksi solidaritas terhadap warga Palestina mengingat Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

“Saya mohon masyarakat menyikapi secara proporsional, tidak berlebih-lebihan. Mengingat kita sendiri juga sedang dalam suasana prihatin yaitu bagaimana kita berupaya keras untuk menangani wabah Covid-19 dengan segala dampaknya,” kata Muhadjir lewat rilis pers, Selasa (25/5).

Menurutnya, saat ini Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Jika ingin memberikan dukungan seharusnya yang positif bukan aksi yang mengganggu ketertiban umum dan mengabaikan protokol kesehatan.

Selain itu, Menko PMK juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan sumbangan bagi warga Palestina yang menjadi korban. Sebaiknya sumbangan tersebut disalurkan melalui badan atau lembaga resmi yang telah memiliki izin atau otoritas dari Kementerian Sosial. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan dana bantuan sosial kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina.

“Kita juga harus pastikan sumbangan-sumbangan itu betul-betul tepat sasaran dan tidak ada yang dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

“Momentum-momentum dimana masyarakat terdorong karena empatinya, rasa kegotong-royongannya kemudian mengeluarkan bantuan-bantuan itu agar jangan sampai dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab,” tambahnya. (CHE)


5 komentar untuk “Pemerintah Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Sikapi Isu Palestina”

oleh Bella sarah  6 bulan yang lalu

"Urus negara sendiri yg sedang pandemi, jangan sampai kitanya ikut hancur juga"

oleh Sila brenda  6 bulan yang lalu

"Bener bgt setuju bgt orang2 yg seperti itu harus diimbau"

oleh Hilmi fahrezi  6 bulan yang lalu

"Harus paham dlu jgn asal ikut2an"


Berikan Komentar: