Artikel

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Lawan Pandemi

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan, merapatkan barisan, bahu-membahu melakukan ikhtiar lahir maupun batin bersama-sama menghadapi pandemi ini. Hal itu disampaikan saat Presiden menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka, Minggu (1/8) kemarin.

"Kita bersyukur kehadirat Allah Swt. atas nikmat dan anugerah kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kita harus selalu ingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan berkat rahmat Allah Swt. Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Presiden mengutip siaran persnya, Senin (2/8).

Presiden mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini selain berkat rahmat dan anugerah Allah Swt., juga merupakan buah dari semangat persatuan dan kebersamaan seluruh anak bangsa Indonesia. Presiden meyakini semangat tersebut akan terus melekat dalam diri untuk bersama menghadapi tantangan saat ini.

Selain itu, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama berikhtiar menghadapi pandemi, salah satunya dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt. Menurutnya, doa merupakan kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme.

Untuk diketahui, zikir dan doa kebangsaan secara virtual mengangkat tema "Bersyukur Atas Kemerdekaan, Berdoa dan Berikhtiar untuk Mewujudkan Indonesia Maju”.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam laporannya mengatakan, acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka bertujuan tidak hanya untuk mensyukuri kemerdekaan, tetapi juga menyempurnakan ikhtiar bangsa dalam melewati pandemi Covid-19. (WIL)

Simak penjelasan ringkasnya berikut ini:


3 komentar untuk “Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Lawan Pandemi”

oleh Chintya gabriel  3 bulan yang lalu

"Lawan terus pandemi jgn smpe kita kalah"

oleh Elisabeth angel  3 bulan yang lalu

"Indonesia maju mari kita bersatu"

oleh Silla diska  4 bulan yang lalu

"Selalu berdoa setiap hri agar pndemi ini cepat berlalu"


Berikan Komentar: