Artikel

Presiden Beri Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan 300 Nakes

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Tahun 2021, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh dan memberikan Tanda Kehormatan Bintang Jasa kepada 300 tenaga kesehatan (nakes).

Penganugerahan ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/11). Dikutip presidenri.go.id, keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 109/TK/Tahun 2021 yang ditetapkan pada 25 Oktober 2021.

Sebanyak empat tokoh menerima penganugerahan tersebut atas jasa mereka dalam perjuangan di berbagai bidang untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Mereka yang mendapat gelar Pahlawan Nasional yaitu:

  1. Almarhum Tombolotutu, tokoh dari Provinsi Sulawesi Tengah;

  2. Almarhum Sultan Aji Muhammad Idris, tokoh dari Provinsi Kalimantan Timur;

  3. Almarhum Haji Usmar Ismail, tokoh dari DKI Jakarta; dan

  4. Almarhum Raden Aria Wangsakara, tokoh dari Provinsi Banten;

Selain itu, berdasarkan Keppres Nomor 110/TK/TH 2021 tanggal 25 Oktober 2021, 300 nakes yang gugur dalam penanganan Covid-19 menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa.

Penganugerahan ini diwakilkan kepada tiga penerima, yaitu:

  1. Almarhum dr. I Ketut Surya Negara, SP.OG (K)-KFM, M.A.R.S., dokter pada RSUP Sanglah Denpasar yang menerima Bintang Jasa Pratama;

  2. Almarhumah Sucilia Indah, AMK, perawat pada RSUP Dokter Sitanala Tangerang yang juga mewakili 221 penerima lainnya menerima Bintang Jasa Pratama dan

  3. Almarhumah Emialoina Lasia Carolin, bidan pada Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan, DKI Jakarta yang turut mewakili 76 penerima lainnya menerima Bintang Jasa Nararya.

Dengan menerapkan protokol secara ketat, acara penganugerahan tersebut dihadiri oleh para ahli waris dari para tokoh yang sekaligus mewakili para penerima gelar dan penghargaan.

Mengutip siaran pers Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, dalam memberikan pertimbangan dan usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengungkapkan selain berdasarkan ketokohan, pemerintah juga mempertimbangkan faktor kedaerahan dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional.

Pasalnya, daerah-daerah yang belum dapat atau yang masih sangat sedikit diberikan penghargaan itu kepada pahlawannya, tentu kepada pahlawannya.

“Daerah yang sudah banyak kita pertimbangkan untuk tetap menunggu karena semua yang diajukan itu memang orang-orang terbaik dan sudah berjuang kepada bangsa dan negara. Tetapi juga anugerah itu diberikan secara sangat selektif dan jumlahnya juga tidak jor-joran tapi juga ada batasnya sehingga lalu diranking siapa yang paling layak tahun ini,” ungkapnya seusai acara.

Acara kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta para tamu undangan terbatas lain kepada para ahli waris penerima gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan.

Mereka yang hadir diantaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (DIN)