Artikel

Presiden Sapa Peserta Vaksinasi Anak di 14 Provinsi Secara Virtual

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang digelar secara serentak di 14 provinsi di Indonesia. Kepada para pelajar itu, Presiden menjelaskan pentingnya vaksinasi dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Kita ingin mendorong agar vaksinasi bisa cepat sehingga bisa tercapai kekebalan komunal dan kita bisa terhindar dari COVID-19," kata Presiden Jokowi secara virtual, Rabu (14/7).

Selain itu, Presiden Jokowi juga berpesan kepada para pelajar yang divaksin. Pesannya adalah agar mereka memeriksa para guru hingga petugas sekolah jangan sampai ada yang terlewat tidak divaksinasi.

Tak hanya membahas vaksinasi, Presiden juga menjelaskan terkait kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berlaku di sejumlah wilayah di Indonesia.

PPKM darurat, kata Presiden, diterapkan untuk mengurangi interaksi dan pertemuan antar orang dengan orang dan kelompok dengan kelompok. Pembatasan dilakukan dalam rangka mencegah potensi tertular Covid-19.

"Karena kalau ketemu ada satu saja yang membawa virus yang sudah positif terkena Covid-19, bisa menyebar ke mana-mana," tandas Presiden.

Ada 49 ribu pelajar yang bakal divaksin tersebar di 14 provinsi mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, hingga Papua. Rinciannya, 15 ribu pelajar SMP, 15 ribu pelajar SMA, dan 19 ribu masyarakat dari program door to door. (WIL)

Simak penjelasan ringkasnya berikut ini:


5 komentar untuk “Presiden Sapa Peserta Vaksinasi Anak di 14 Provinsi Secara Virtual”

oleh Sandra  3 bulan yang lalu

"Saya udah daftar dari juni kemarin tp msh belum di panggil di RSHS tapi belum dapat jadwal, yg daftar setelah saya sudah dapat. daftar di puskesmas terdekat jg di suruh tunggu2 aja"

oleh Jamaludin  3 bulan yang lalu

"Tetap jaga prokes yaa, walaupun sudah divaksin"

oleh Veronika idris  3 bulan yang lalu

"Semangat adik2 yg mau vaksin"


Berikan Komentar: