Artikel

Sederet Upaya Pemerintah untuk Membantu Korban Erupsi Gunung Semeru

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi di Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu lalu menyisakan duka. Belasan orang meregang nyawa dan ratusan lainnya terpaksa mengungsi. Untuk menangani hal ini pemerintah pun bergerak cepat. Bantuan demi bantuan segera diberikan.

Seperti halnya dikerahkannya anjing pelacak (K9) beserta pawang untuk membantu evakuasi korban yang hilang akibat meletusnya Gunung Semeru.

"Kami menurunkan K9 atau 6 anjing pelacak yang akan kita gunakan dengan 12 personel pawangnya. Hari ini diberangkatkan ke Lumajang dalam rangka untuk mengendus karena diduga masih ada beberapa korban yang belum ditemukan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/12).

Polri juga menerjunkan ribuan personel Brimob dalam membantu proses evakuasi hingga rehabilitasi di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru.

“Bapak Kapolri memerintahkan siapkan 1.117 personel Brimob dari Kelapa Dua, Polda Jatim, Jateng dan Jabar untuk persiapan membantu proses evakuasi, proses bantuan sosial, maupun proses penanganan rehabilitasi yang ada di Kabupaten Lumajang,” kata Dedi.

Tak hanya itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara juga diturunkan ke lokasi erupsi untuk mempercepat proses identifikasi korban.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan pihaknya juga sudah menurunkan bantuan di balai-balai Kementerian PUPR yang berada di Provinsi Jawa Timur.

"Penanganan tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru atas perintah Presiden Joko Widodo untuk membantu korban bencana dan mengambil langkah-langkah penanganan jangka pendek dan panjang," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima media, Minggu (5/12).

Basuki memaparkan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya telah memobilisasi 10 unit Hidran Umum (HU) dengan kapasitas 2.000 liter, empat unit Mobil Tangki Air (MTA) kapasitas 4.000 liter, 6 unit tenda hunian darurat, satu mobil toilet, serta dukungan 10 personel tanggap darurat.

Selain itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Ditjen Sumber Daya Air juga telah mengerahkan alat berat untuk mempercepat evakuasi korban dan pembersihan kawasan terdampak.

Alat berat yang dipakai di lokasi berupa satu unit excavator, satu unit loader, dua dump truck, satu set lighting lamp, satu unit MTA dan alkon, dua drum solar serta oli hidrolik dan oli mesin.

“Langkah-langkah tanggap darurat juga dilakukan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali dengan melakukan pembersihan jaringan jalan untuk memulihkan konektivitas, baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten,” sebut Basuki.

Pembersihan jalan dilakukan dengan mengerahkan tiga unit loader, satu unit grader, empat unit excavator, satu unit dozer, empat unit dump truck, dan satu unit water tank kapasitas 5.000 liter.

Atas perintah dari Kepala Negara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga sudah menerjunkan Tim ESDM Siaga Bencana. Hal ini sebagai upaya untuk membantu penanganan di lokasi bencana alam tersebut.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial menuturkan sebanyak 104 personel yang terdiri dari tim penyelamat, logistik, dan tim medis dikerahkan ke lokasi erupsi Gunung Semeru.

“Ada juga 20 tim, yakni 19 perusahaan dan 1 tim dari Forkompeta Jawa Timur yang menurunkan Tim Tanggap Darurat untuk membantu pemulihan dan evakuasi pada wilayah terdampak,” tambah Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Lana Saria.

Nantinya, Tim Tanggap Darurat akan berkoordinasi dengan Posko Komando Operasi Penanganan Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan SAR Nasional untuk membantu pelaksanaan kebutuhan logistik dan pemulihan kesehatan di lokasi bencana. (DIN)