Artikel

Sempat Tertekan Pandemi, Ekonomi Indonesia Mulai Tunjukkan Tren Positif

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Perekonomian nasional menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu tercermin dari neraca perdagangan yang mengalami surplus lima kali berturut-turut pada tahun 2021.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2021 cukup meyakinkan dengan mencatat surplus sebesar US$ 2,36 miliar secara bulanan (mom).

Menteri Keuangan mengatakan, pandemi Covid-19 sempat memberikan tekanan pada perekonomian nasional. Tekanan juga menimpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga memunculkan defisit.

"Defisit 2020 meningkat ke 6,1% dan tahun ini 5,7%. Ini sebabkan tren utang negara-negara meningkat saat ekonomi merosot," katanya dalam webinar BPK, Rabu (16/6).

Sri Mulyani menambahkan, pemerintah harus memutar otak untuk mengatasi tekanan perekonomian ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menarik utang yang digunakan untuk menutup penerimaan negara akibat banyaknya usaha yang terdampak.

Meski demikian, Sri Mulyani menegaskan bahwa langkah penarikan utang tidak hanya dilakukan Indonesia saja, melainkan juga negara-negara lain. Fakta itu didukung dengan rasio utang sejumlah negara yang melonjak dalam beberapa waktu terakhir.

Jika dibandingkan dengan negara lain, imbuh Sri Mulyani, rasio utang Indonesia masih jauh lebih rendah. Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN saja, rasio utang terhadap PDB Indonesia masih lebih rendah.

Rasio utang terhadap PDB Indonesia terakhir ada di angka 41,64%. Angka ini lebih rendah dari Singapura yang mencapai 150%, Malaysia 62%, Filipina 54%, dan Thailand 44%.

Dari fakta tersebut, Sri Mulyani menegaskan posisi utang Indonesia masih lebih moderat. Namun demikian, ia menyebut pemerintah akan tetap waspada dan menjaga rasio tetap terjaga.

"Tidak kita katakan bahwa kita tidak perlu waspada, namun negara lain jauh lebih apakah dihitung dari debt to GDP ratio dan nanti terkait beban utang," tandasnya.

Terlepas dari itu semua, Sri Mulyani mengonfirmasi adanya perbaikan di sektor ekonomi dalam beberapa waktu terakhir. Selain surplus perdagangan, aktivitas ekspor impor Indonesia juga menunjukkan tren positif.

Kinerja ekspor Indonesia secara tahunan meningkat sebesar 58,76 persen pada bulan Mei 2021. Angka itu setara dengan US$ 10,45 miliar. Namun secara bulanan, kinerja ekspor Mei 2021 turun dibanding April 2021.

Sementara dari segi impor, secara tahunan pada periode Januari-Mei 2021 juga meningkat sebesar 22,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Tahun ini impor mencapai US$ 73,82 miliar, sementara tahun lalu hanya US$ 60,15 miliar.

Impor bahan baku pada Mei 2021 naik 79,11 persen secara tahunan. Begitu pula dengan impor barang modal yang naik sebesar 35,28 persen secara tahunan. (WIL)

Simak penjelasan ringkas soal pertumbuhan ekonomi berikut ini:


4 komentar untuk “Sempat Tertekan Pandemi, Ekonomi Indonesia Mulai Tunjukkan Tren Positif”

oleh Bernita fasya  5 bulan yang lalu

"Terimakasih atas info baiknya"

oleh Cicilia fitri  5 bulan yang lalu

"Hebat sekali ibu menteri kita ini, semangat bu Sri"

oleh Riri setyawati  5 bulan yang lalu

"Semangatt, terus berdoa bukan cuma ekonomi aja yg pulih tpi di semua sektor juga harus pulih"


Berikan Komentar: