Artikel

Fakta! Bukan Cuma Indonesia, Negara Lain Juga Alami Kenaikan Kasus Covid-19

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari 17 bulan melanda dunia masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Meski upaya penutupan wilayah hingga vaksinasi terus dilakukan negara-negara di dunia, namun penambahan kasus Covid-19 masih terus terjadi.

Saat ini, Indonesia tergolong sedang mengalami gelombang kedua. Hal itu dapat dilihat dari penambahan kasus Covid-19 yang terus meningkat dari hari ke hari. Namun di balik peningkatan itu, pasien yang dinyatakan sembuh di Indonesia juga mengalami penambahan yang signifikan.

Melihat data, gelombang kedua Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara lain, termasuk negara maju seperti di Eropa dan Amerika juga mengalami gelombang kedua ini. Selain karena mobilitas manusia yang tinggi, gelombang kedua juga disebabkan adanya mutasi virus menjadi sejumlah varian.

Berikut adalah beberapa negara yang mengalami peningkatan kasus:

  • Eropa

Secara kesuluruhan, Eropa sedang dihadapkan oleh gelombang baru kasus Covid-19. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, tren penurunan kasus Covid-19 di Eropa sudah berakhir. Artinya saat ini sudah mulai adanya peningkatan kasus harian.

Dalam keterangan resminya pada Kamis, 1 Juli 2021, WHO menyebut penurunan kasus baru di setidaknya 10 kawasan di Eropa sudah berakhir. Gelombang baru Covid-19 di Eropa, imbuhnya, tidak dapat dihindarkan terlebih adanya gelaran Euro 2020.

  • Inggris

Inggris memang sempat mengalami penurunan kasus dalam beberapa waktu. Namun dalam beberapa waktu terakhir, Inggris juga dihadapkan pada kenaikan kasus Covid-19. Bahkan, salah satu mutasi virus Corona juga terjadi di Inggris.

Melansir sejumlah sumber, pada Rabu, 7 Juli 2021, Inggris melaporkan adanya 32.548 kasus baru Covid-19. Penambahan kasus ini merupakan yang tertinggi di Inggris sejak tanggak 24 Januari 2021 lalu.

Sementara jumlah pasien, pada Rabu, 7 Juli 2021 itu tercatat ada 2.144 orang di rawat di rumah sakit Inggris. Ini merupakan jumlah di atas 2000 kasus pertama sejak bulan April 2021 lalu.

Data ini belum termasuk efek gelaran Piala Eropa 2020 yang partai final digelar di Stadion Wembley, Inggris. Diperkirakan gelaran final itu akan menimbulkan klaster Covid-19 baru di Inggris.

  • Rusia

Rusia mungkin lebih parah daripada Inggris. Pada hari ini, Selasa (13/7) saja, Rusia mencatatkan rekor kematian baru yaitu 780 orang dalam 24 jam. Selain itu, tambahan kasus baru di Rusia juga tinggi yaitu 24.702 kasus.

Rusia menjadi negara terparah kelima di dunia dalam hal jumlah kasus infeksi baru. Gelombang kedua di Rusia salah satunya dipengaruhi oleh varian Delta yang sudah ditemukan dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, laju vaksinasi di Rusia tergolong lambat.

Sementara menurut catatan badan statistik Rosstat, Rusia telah mengalami setidaknya 290.000 kematian hingga akhir Mei 2021 lalu.

  • Korea Selatan

Pada Senin (12/7) lalu, Korea Selatan melaporkan adanya 1.150 kasus Covid-19 harian baru. Tambahan tersebut terjadi seiring dengan diberlakukannya pengetatan ekstra menyusul tren kenaikan kasus Covid-19 di negeri ginseng tersebut.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan, tambahan kasus harian di Korea Selatan berada di angka 1.000 dalam tujuh hari berturut-turut. Angka ini masih di bawah puncak kasus pada pekan lalu yang mencapai 1.378 kasus.

Tren peningkatan itu membuat pemerintah Korea Selatan memberlakukan pembatasan sosial terberat baik di Seoul maupun daerah sekitar mulai 12 Juli 2021 lalu. Di antara larangannya adalah mengadakan pertemuan lebih dari dua orang setelah pukul 18.00 waktu setempat.

  • Malaysia

Negara tetangga ini juga sedang dihadapkan pada gelombang baru Covid-19. Melansir data Kementerian Kesehatan Malaysia, pada Selasa (13/7) tercatat penambahan kasus baru sebesar 11.079. Total kasus konfirmasi di Malaysia hingga hari ini berjumlah 855.949 kasus, dengan jumlah kematian sebesar 6.385 orang.

Rekor penambahan kasus harian di Malaysia terjadi pada Sabtu (9/7) lalu yang bertambah sebesar 9.353 orang. Penambahan kasus masih terus terjadi di Malaysia meskipun negara itu sudah memberlakukan penutupan wilayah alias lockdown dalam satu bulan terakhir.

  • Afrika Selatan

Negara di benua Afrika ini juga termasuk yang mengalami gelombang baru Covid-19 terburuk. Pada Sabtu, 3 Juli 2021 lalu, tambahan kasus harian di Afrika Selatan menyentuh rekor tertinggi, yaitu 26 ribu kasus.

Selain tambahan kasus harian yang tinggi, Afrika Selatan juga mencatatkan vaksinasi Covid-19 yang rendah. Tercatat vaksinasi di Afrika Selatan sebanyak 3,3 juta orang. Jumlah ini sekitar 5 persen dari total populasi Afrika Selatan.

Data-data kasus baru yang dihimpun dari berbagai sumber itu menunjukkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara yang sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19. Bahkan tren peningkatan juga terjadi di negara-negara maju seperti Inggris dan Korea Selatan.

Peningkatan kasus Covid-19 terjadi karena tingginya mobilitas penduduk di suatu wilayah. Selain meningkatkan potensi penularan, mobilitas yang tinggi juga membuat virus mudah bermutasi menjadi varian baru yang lebih berbahaya. (WIL)

Simak penjelasan ringkasnya berikut ini:


4 komentar untuk “Fakta! Bukan Cuma Indonesia, Negara Lain Juga Alami Kenaikan Kasus Covid-19”

oleh Riska savira  3 bulan yang lalu

"Banyak juga ya yg mengalami kenaikan angka covid"

oleh Erna kumala  3 bulan yang lalu

"Semoga semua negara yg mengalami kelonjakan angka covid segera dipulihkan amin"

oleh Imanuel cynthia  3 bulan yang lalu

"Ternyata bukan indonesia aja yaa"


Berikan Komentar: