Artikel

Insentif PPnBM 0 Persen Diperpanjang, Ini Alasan Pemerintah

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Pemerintah secara resmi memperpanjang insentif pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) untuk mobil 1.500 cc hingga bulan Agustus 2021.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan, pemberian relaksasi ini dalam rangka menjaga pertumbuhan sektor otomotif sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Agus, Kementerian Keuangan juga sudah sepakat terkait pemberian insentif PPnBM 0 persen ini. Bahkan kata dia, perpanjangan ini dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Sebab, diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondisif di tengah kondisi pandemi. Ini bertujuan untuk membangkitkan kembali gairah usaha di Tanah Air, khususnya sektor otomotif," kata Agus dalam keterangan yang dikutip Senin (14/6).

Agus menjelaskan, industri otomotif nasional didukung oleh 21 perusahaan yang mampu memproduksi 2,35 juta unit per tahun.

Angka tersebut memiliki potensi serapan tenaga kerja langsung sebesar 38 ribu orang, dan lebih dari 1,5 juta orang turut bekerja pada rantai industri otomotif.

Dengan demikian, Agus menyebut otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus dipercepat.

"Karena industri ini melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya mulai dari hulu hingga ke hilir,” ujar dia.

PPnBM 0 persen mulai berlaku pada 1 Maret 2021. Sejak saat itu, penjualan mobil baru meningkat hingga 28,85 persen. Bahkan pada April 2021, lonjakan penjualan mencapai 227 persen secara tahunan.

Adapun penjualan ritel, secara akumulatif, Januari–April 2021, menurut data Gaikindo naik 5,9 persen menjadi 257.953 unit. Secara bulanan volume penjualan ritel telah mendekati level normal atau sekitar 80.000 per bulan. (WIL)


0 komentar untuk “Insentif PPnBM 0 Persen Diperpanjang, Ini Alasan Pemerintah”
Berikan Komentar: