Artikel

Mengupas Varian Baru Covid-19 Omicron yang 5 Kali Lebih Berbahaya

 
 | ArusBaik

ArusBaik.id - Virus Corona yang masuk kategori Variant of Concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian disebut berbahaya karena penularannya yang cepat.

World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia telah menetapkan varian Alpha, Beta, Gamma, Delta dan varian terbaru Omicron sebagai VOC.

Varian yang masuk kategori VOC adalah varian yang terbukti meningkatkan penularan, menyebabkan penyakit yang lebih parah, misalnya peningkatan rawat inap atau kematian, pengurangan signifikan dalam netralisasi oleh antibodi yang dihasilkan selama infeksi atau vaksinasi sebelumnya, penurunan efektivitas pengobatan atau vaksin, atau kegagalan deteksi diagnostik.

Mengutip laman resmi WHO, varian Omicron dikatakan mengkhawatirkan. Pasalnya, dalam beberapa minggu terakhir, infeksi telah meningkat tajam, bertepatan dengan deteksi varian B.1.1.529.

"Infeksi B.1.1.529 terkonfirmasi pertama yang diketahui berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021,” tulis WHO, Jumat (26/11).

Oleh sebab itu, hingga saat ini WHO bersama para peneliti dunia masih sedang melakukan penelitian lebih mendalam terkait varian Omicron.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan selain berpotensi lebih menular, varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron juga bisa menjadi super varian.

Ia pun lantas memberikan peringatan terkait varian baru yang pertama kali terdeteksi di Botswana, Afrika karena dari sisi mutasi, varian ini mempunyai mutasi melebih varian Delta dan Beta.

“Artinya itu kan memengaruhi kecenderungan dia (B.1.1.529) cepat menular,” ujarnya dikutip Kompas.com, Jumat (26/11).

Dicky lantas mengambil contoh yang terjadi di Provinsi Guateng, Afrika Selatan, lokasi asal virus Omicron yang dalam 3 pekan terakhir positivy rate-nya naik dari 1 menjadi 30%.

“Ini satu tanda yang sangat serius. Karena kalau cepat menular ia akan cepat memberikan beban untuk fasilitas kesehatan termasuk perawatan ICU maupun kematian seperti halnya gelombang kedua kemarin,” sebutnya.

Bahkan, ditetapkannya Omicron sebagai VOC, kata Dicky, karena WHO menyadari bahaya akan varian baru SARS-CoV-2 tersebut, utamanya dari segi penularan.

"Kalau varian Delta itu 100 persen kecepatannya dibandingkan virus awal di Wuhan, China, maka B.1.1.529 bisa 5 kali lipatnya atau 500 persen," ungkap Dicky melansir Republika.co.id, Sabtu (27/11).

Oleh sebab itu, dengan munculnya varian baru Covid-19 Omicron harus dilakukan pengetatan upaya pecegahan agar tidak masuk ke Indonesia.

"Ini adalah pertanda sangat serius, karena umumnya varian yang baru-baru itu jadi "variant of interest" atau "variant under investigation", tapi ini langsung lompat, dan ini menjadi satu-satunya varian baru yang langsung menjadi varian mengkhawatirkan," ungkapnya.

Varian Omicron diprediksi akan menyumbangkan kenaikan kasus Covid-19 di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Oleh sebab itu, sebagai upaya pencegahan, pemerintah diharapkan memperketat bahkan menutup jalur masuk dari luar negeri untuk WNA ke tanah air.

Sementara bagi masyarakat, diimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, dan melakukan vaksinasi dosis lengkap dengan segera.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak membuat atau mengadakan acara yang dapat membuat kerumunan atau mendatangkan massa. Ingat Covid-19 masih ada, lindungi diri Anda, dan orang di sekitar. (DIN)